04 June 2013

JASA-JASA BANK / FEE BASE INCOME (BAB 7 DAN BAB 8)

PENGERTIAN FEE BASED INCOME
Pengertian Fee based income menurut Kasmir(2001:109) adalah keuntungan yang didapat dari transaksi yang diberikan dalam jasa-jasa bank lainnya atau selain spread based. Dalam PSAK No.31 Bab I huruf A angka 03 dijelaskan bahwa dalam operasinya bank melakukan penanaman dalam aktiva produktif deperti kredit dan surat-surat berharga juga memberikan komitmen dan jasa-jasa lain yang digolongkan sebagai “fee based operation”, atau “off balance sheet activities”.

Sumber-sumber yang Menghasilkan Fee Based Income:
  1. INKASO
    Pengertian inkaso menurut Lukman Dendawijaya dalam bukunya yang berjudul Manajemen Perbankan (2001:29) “Inkaso adalah jasa yang diberikan bank atas permintaan nasabah untuk menagihkan pembayaran surat-surat atau dokumen berharga kepada pihak ketiga ditempat lain dimana bank yang bersangkutan mempunyai cabang atau pada bank lain”. Inkaso merupakan kegiatan jasa Bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat. Sebagai imbalan jasa atas jasa tersebut biasanya bank menerapkan sejumlah tarif atau fee tertentu kapada nasabah atau calon nasabahnya. Tarif tersebut dalam dunia perbankan disebut dengan biaya inkaso. Sebagai imbalan bank meminta imbalan atau pembayarn atas penagihan tersebut disebut dengan biaya inkaso.
  2. TRANSFER
    Pengertian Transfer menurut Lukman Dendawijaya dalam bukunya yang berjudul Manajemen Perbankan (2001:29) “Transfer adalah jasa yang diberikan bank dalam pengiriman uang antar bank atas permintaan pihak ketiga yang ditunjuk kepada penerima ditempat lain.” Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.
  3. SAFE DEPOSIT BOX
    Layanan Safe Deposit Box adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk memberikan rasa aman bagi penggunanya. Kondisi ketidakpastian selalu menambah rasa khawatir, terutama menyangkut keamanan barang-barang yang tidak ternilai harganya. Dalam menentukan pilihan untuk tempat penyimpanan yang tepat, tentunya harus memilih tempat yang terpercaya.
  4. LETTER OF CREDIT
    Letter of Credit atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Kredit Berdokumen merupakan salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran pembelian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, tipe perjanjian yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual – beli, sedangkan fasilitas yang diberikan adalah berupa penangguhan pembayaran.
  5. TRAVELLERS CHEQUE
    Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Traveler’s cek pertama kali diterbitkan pada tanggal 1 Januari 1772 oleh London Credit Exchange Company untuk digunakan dalam sembilan puluh kota-kota Eropa, dan pada tahun 1874 Thomas Cook telah mengeluarkan ‘circular notes’ (surat edaran) yang beroperasi pada caraTravellers chaque tersebut. Keuntungan Travellers cheque :
    1. Memberikan kemudahan berbelanja
    2. Mengurangi resiko kehilangan uang
    3. Memberikan rasa percaya diri
sumber:
http://1t4juwita.wordpress.com/2011/03/19/jasa-jasa-bank-fee-base-income/

MANAJEMEN AKTIVA DAN PASIVA BANK (BAB 5 DAN BAB 6)

MANAJEMEN SUMBER DANA
Pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh karena itu pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat.

MANAJEMEN PENGGUNAAN DANA
Dana yang diperoleh sebuah bisnis perbankan perlu dialokasikan dengan tepat. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan alokasi aktiva. Alokasi aktiva merupakan pendistribusian dana investasi yang didasarkan pada fungsi dan kegunaan diantara berbagai kategori aktiva, termasuk ekuivalen kas, saham, investasi pendapatan tetap, dan aktiva berwujud lainnya. Alokasi aktiva akan berdampak baik pada resiko maupun laba. Alokasi aktiva merupakan konsep sentral dalam perencanaan keuangan bagi manajemen investasi bisnis perbankan, kebijakan alokasi aktiva perlu mengindahkan tingkat likuiditas, tetapi tidak mengabaikan tingkat rentabilitas. Untuk itu dana yang diperoleh dialokasikan ke dalam cadangan primer, cadangan sekunder, kredit, dan investasi dalam perbandingan yang tepat sesuai dengan perubahan-perubahan.

PERBEDAAN
Manajemen aktiva adalah bagaimana Bank mengelola dananya, sedangkan manajemen pasiva adalah bagaimana Bank mengelola sumber-sumber dananya. Karena dana yang di alokasikan bank adalah dana yang berhasil dihimpun sebagai dari bagian pasiva, maka pengaturan keduanya merupakan bagian yang teramat penting dalam aktivitas operasional bank.

Dalam aktiva ada aktiva tetap dan lancar, yang di maksud aktiva tetap adalah asset yang tidak menghasilkan atau tidak produktif, seperti gedung, tanah, kendaraan, dan mesin. Sedangkan aktiva lancar adalah asset yang menghasilkan atau bias dikatakan produktif, seperti piutang, surat-surat berharga dan lain-lain. Pendekatan manajemen pasiva dalam perbankan dewasa ini adalah berkaitan erat dengan sisi penggunaannya di sisi assets, jadi tidak dapat dipisahkan antara bagaimana mendapatkan dana dari pihak ketiga dan kemudian mengoptimalkan dana yang dihimpun tersebut untuk mendapatkan keuntungan bagi bank. Sisi passiva dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yaitu: dana pihak pertama yang bersal dari pemilik dan laba bank, dana pihak kedua yang dapat diperoleh melalui pasar uang serta dana pihak ketiga yaitu dana yang bersal dari masyarakat berupa giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, setoran jaminan serta kewajiban lainnya yang segera dibayar.

sumber:
http://hrmy.blogspot.com/2012/03/manajemen-aktia-dan-pasiva-bank.html
http://faizaamin210159.blogspot.com/2012/05/manajemen-aktiva-dan-pasiva.html

PENGENALAN LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN (BAB 3 DAN BAB 4)

NERACA BANK
Neraca Bank adalah ikhtisar yang menggambarkan posisi harta, kewajiban, dan modal sendiri suatu badan usaha pada saat tertentu; disebut neraca karena kenyataannya terjadi keseimbangan antara harta di satu pihak dengan kewajiban dan modal di pihak lain (balance sheet).

Elemen Neraca Bank terdiri dari :
  1. Kelompok Aset:
    • Aset Lancar
    • Investasi jangka panjang
    • Aset tetap
    • Aset yang tidak berwujud
    • Aset lain-lain
  2. Kelompok Kewajiban:
    • Kewajiban lancar
    • Kewajiban jangka panjang
    • Kewajiban lain-lain
  3. Kelompok Ekuitas:
    • Modal saham
    • Agio/disagio saham
    • Cadangan-cadangan
    • Saldo laba

LAPORAN RUGI/LABA BANK
Laporan Rugi Laba adalah merupakan laporan akuntansi utama, atau bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.

Pengertian Laporan Laba Rugi Bank:
  1. Berdasarkan Undang - Undang RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan pasal 34, setiap bank diwajibkan menyampaikan laporan keuangan berupa neraca dan perhitungan laba / rugi berdasarkan waktu dan bentuk yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Laporan laba rugi merupakan laporan mengenai pendapatan dan beban-beban suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan laba rugi juga merupakan tujuan utama untuk mengukur tingkat keuntungan dari perusahaan dalam suatu periode tertentu. Hasil akhir dari suatu laporan laba rugi adalah keuntungan bersih atau kerugian. Kemudian bila perusahaan tidak membagi deviden, maka seluruh hasil akhir tersebut menjadi laba ditahan. Tetapi bila perusahaan membagi deviden, maka hasil akhir tersebut terlebih dahulu dikurangi dengan deviden untuk memperoleh nilai laba ditahan.
  2. Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur dan Isi laporan laba rugi biasanya terdiri dari:
  • Pendapatan dari penjualan dikurangi Beban pokok penjualan
  • Laba/rugi kotor dikurangi Beban usaha
  • Laba/rugi usaha ditambah atau dikurangi Penghasilan/beban lain
  • Laba/rugi sebelum pajak dikurangi Beban pajak
  • Laba/rugi bersih

LAPORAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
Kualitas aktiva Produktif (KAP) adalah sebagai nilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan dalam aktiva produktif (pokok termasuk bunga) berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini untuk memudahkan dalam memahami aktiva produktif dalam pembahasan selanjutnya. Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan suatu kontribusi pendapatan bagi bank.

Elemen dari laporan kualitas aktiva produktif:
  1. Pihak Terkait
    1. Penempatan pada Bank Lain
    2. Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan Bank Indonesia
    3. Kredit kepada Pihak ketiga
      1. KUK
      2. kredit properti
        1. direstrukturisasi
        2. tidak direstrukturisasi
      3. kredit lain yang direstrukturisasi
      4. lainnya
    4. Penyertaan pada pihak ketiga
      1. Pada perusahaan keuangan non-bank
      2. Dalam rangka restrukturisasi kredit
    5. Tagihan Lain kepada pihak ketiga
    6. Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
  2. Pihak Tidak Terkait
    1. Penempatan pada Bank Lain
    2. Surat-surat Berharga kepada Pihak ketiga dan Bank Indonesia
    3. Kredit kepada Pihak ketiga
      1. KUK
      2. kredit properti
        1. direstrukturisasi
        2. tidak direstrukturisasi
      3. kredit lain yang direstrukturisasi
      4. lainnya
    4. Penyertaan pada pihak ketiga
      1. Pada perusahaan keuangan non-bank
      2. Dalam rangka restrukturisasi kredit
    5. Tagihan Lain kepada pihak ketiga
    6. Komitmen dan Kontinjensi kepada pihak ketiga
    7. PPAP yang wajib dibentuk
    8. PPAP yang telah dibentuk
    9. Total Asset bank yang dijaminkan:
      1. Pada Bank Indonesia
      2. Pada Pihak Lain
    10. Persentase KUK terhadap total kredit
    11. Persentase Jumlah Debitur KUK terhadap Total Debitur

LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINGENSI
Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara satu pihak. Dan harus dilaksanakan apabila suatu persyaratan yang disepakati bersama terpenuhi.

Jenis Komitmen ada 2 :
  1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau
    pihak lain.
  2. Komitmen Tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.
Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari . kontijensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bang yang bersangkutan.

Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang.

Isi/elemen laporan komitmen dan kontingensi:
  1. Tagihan Kontingensi
    1. Garansi dari bank lain
      1. Bank Garansi
      2. Jaminan Risk Sharing
      3. Jaminan Lainnya
    2. Pembelian Opsi Valuta Asing
    3. Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah Tagihan Kontinjen
  2. Kewajiban Kontingensi
    1. Garansi yang diberikan
      1. Penerbitan Jaminan
        1. Bank Garansi
        2. Risk Sharing
        3. Standby L/C
        4. Bid Bonds
        5. Lainnya
      2. Akseptasi atau endosmen surat berharga
      3. Lainnya
    2. L/C yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
    3. Penjualan Opsi Valuta Asing
sumber:
http://achmadardi.blogspot.com/p/neraca-bank.html
http://yudhista-rendy.blogspot.com/2013/04/23-jelaskan-pengertian-laporan-rugi.html
http://yudhista-rendy.blogspot.com/2013/04/24-jelaskan-laporan-kualitas-aktiva.html
http://yudhista-rendy.blogspot.com/2013/04/25-jelaskan-pengertian-laporan-komitmen.html